BERITA

  • H. Mashuri, S.P., M.E. melepas KUKERTA XIV

    H. Mashuri, S.P., M.E. melepas KUKERTA XIV

    Muara Bungo, 25 Januari 2017. Universitas Muara Bungo kembali menggelar acara akbar pelepasan Mahasiswa KUKERTA (Kuliah Kerja Nyata). KUKERTA merupakan pengaplikasian dari salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat.

    Kuliah Kerja Nyata  Periode XIV tahun 2017 Universitas Muara Bungo mengusung tema “Mengabdi membangun Negeri”. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muara Bungo (LPPM UMB) yang diketuai  oleh Akhyarnis Febrialdi, S.Si., M.Si telah menyusun banyak program pembinaan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi untuk membangun negeri. Salah satunya melalui peran serta mahasiswa KUKERTA.

    Periode ini Universitas Muara Bungo melepas sebanyak 225 mahasiswa/I yang tersebar di tiga  (tiga) kabupaten yakni : Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Merangin. Dengan rincian;

    1.    Prodi : Ilmu Pemerintahan Sebanyak 56 Orang;

    2.    Prodi : Manajemen Sebanyak 50 Orang ;

    3.    Prodi : Akuntansi Sebanyak 34 Orang ;

    4.    Prodi : Sastra Inggris Sebanyak 7 Orang ;

    5.    Prodi : Agribisnis Sebanyak 22 Orang ;

    6.    Prodi : Agroteknologi Sebanyak 25 Orang ;

    7.    Prodi : Peternakan Sebanyak 18 Orang ;

    8.    Prodi : Pertambangan Sebanyak 12 Orang; dan

    9.    Prodi : Sipil Sebanyak 1 Orang

     

    Rektor Universitas Muara Bungo, Prof. Dr. H.M. Rachmad, S.E., M.S menyampaikan pesan kepada peserta KUKERTA Agar menjaga nama baik Almamater Universitas Muara Bungo, berikan kontribusi berupa masukan yang membangun untuk kemanjuan Desa setempat, susunlah program-program yang sejalan dengan pemerintah Desa, serta singkronkan dengan teory – teory yang didapatkan selama perkuliahan di kelas.

    Rektor juga menyampaikan bahwa kedepan akan diterapkan KKP (Kuliah Kerja Praktek) dan KKU (Kuliah Kerja Usaha).

    Salah satu fokus kerja Rektor adalah meningkatkan kualitas mahasiswa sehingga mampu bersaing di dunia kerja, memiliki jiwa enterprenour serta memiliki jiwa social. Oleh karena itu dengan diterapkannya KKP dan KKU maka mahasiswa dapat mengkolaborasikan ilmu yang didapat di kelas dengan dunia nyata serta dapat meningkatkan soft skill.

     

    Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri Muara Bungo (YPMMB), H. Usman Hasan, S.H., M.Si berpesan kepada mahasiswa agar lebih optimal di lokasi Kukerta nantinya dalam membantu Aparatur Desa utamanya dalam hal administratif karena saat ini begitu banyak alokasi anggaran yang dikucurkan di Desa yang bisa saja karena kesalahan administratif dapat menyebabkan aparatur desa terkena masalah Hukum. Ketua Yayasan Juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo untuk membantu dalam penyelenggaraan serta mendukung Universitas Muara Bungo dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Bupati Kabupaten Bungo, H. Mashuri, S.P. M.E menyampaikan apresiasi yang demikian besar kepada seluruh Civitas Akademika Universitas Muara Bungo yang telah berkontribusi dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di kabupaten Bungo khususnya, beliau berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada Universitas Muara Bungo mengingat Universitas Muara Bungo adalah kebanggaan masyarakat Bungo khususnya, karena merupakan satu – satunya Universitas di Jambi Wilayah Barat, apalagi sekarang ditambah satu – satunya Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki Rektor seorang Profesor, terlebih lagi Prof. Rachmad (sapaan akrab Prof. Dr. H.M Rachmad R., S.E., M.S) adalah juga merupakan konsultan perencanaan Pemerintah Kabupaten Bungo.

    Selanjutnya dalam arahannya, H. Mashuri juga berpesan kepada Mahasiswa yang akan melaksanakan Kukerta terkhusus yang berlokasi di Kabupaten Bungo agar dapat bersinergi dengan program – program yang telah dibuat oleh Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Visi Kabupaten Bungo menuju Bungo Maju dan Sejahtera.

    Untuk mewujudkan Visi Bungo Maju dan Sejahtera, terdapat 5 Misi yang merupakan agenda pokok dalam rangka perubahan kearah yang lebih baik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, serta pelayanan kepada masyarakat yang selanjutnya disebut 5 pilar pembangunan daerah. Lima pilar tersebut satu sama lain saling menguatkan dan bersinergi, sebagai berikut :

    1.       Peningkatan pembangunan infrastruktur daerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

    2.       Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.

    3.       Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik berorientasi pada pelayanan publik.

    4.       Pemberdayaan masyarakat melalui kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan serta penguatan otonomi desa.

    Pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sektor pertanian , perkebunan dan lembaga ekonomi masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks